Suatu kekhilafan merupakan awal kebaikan. Hidup harus kita Nikmati, Jalanin dan Syukuri begitulah seharusnya…
Aku tak pernah berpikir akan menggunakan paspor
perjalanan keluar negeri 2 tahun belakangan ini, tapi kini ditahun 2020 ternyata
paspor itu harus kugunakan lagi. Yaa aku
dulunya ditahun 2013 membuat paspor untuk perjalanan wisata keluar negeri dan
sudah kunikmati beberapa kali perjalanan tersebut, tapi bagiku, karena aku merasa tidak akan menggunakan lagi makanya paspor tersebut aku abaikan untuk menaruhnya.
Aku memiliki tempat tinggal yang berbeda beda, jadi maklumlah paspor itupun
tergeletak tak menentu, entahlah… ternyata paspor itu merupakan dokumen Negara yang
sangatlah penting. Kini aku perlu lagi
paspor tersebut untuk perjalananku menuju tempat yang akan menentukan hidup ku
kelak. Yaa akhirnya aku mencoba meminta informasi untuk mengurus
paspor kembali. Setelah mendapatkan informasi untuk mencari surat kehilangan
dari pihak kepolisian, dan melengkapi syarat-syarat dokumen untuk mengurus
paspor, aku harus menghadap ke bagian wasdakim diimigrasi untuk buat BAP.
Tetapi…. Ternyata semua tak seperti yang kubayangkan. Tuhan
baik artinya membuat aku harus belajar bagaimana menjaga dokumen-dokumen
penting tersebut leibh baik. Dan akupun harus bisa menikmati apa yang pernah
kualami. Kini aku harus jalani proses pencarian paspor lagi. Akupun harus menelusuri
rumah-rumah dimana aku merasa menaruh dokumen tersebut, sudah 2 rumah yang biasa kutempati pun nihil
hasilnya. Wasalam dech……kini hanya tinggal 1 rumah yang belum aku cari …
Perjalanan untuk mencari sesuatu yang lebih baik
tentunya harus banyak tantangan, dan cara Tuhan berikan pelajaranpun harus
kulalui. Ketika mengurus dokumen-dokumen
lain untuk melanjutkan karirku pun banyak syarat dan ketentuan dokumen yang
harus kulengkapi.. begitulahh tapi bersyukur semuanya bisa selesai.
Kini….. tinggal bagaimana cara kita selalu berpikir
positif setiap apa yang terjadi dalam hidup ini jangan salahkan orang lain dan
selalulah belajar untuk bisa memaafkan orang lain dan terutama maafkan diri
sendiri itu lebih baik.
Karena aku yang teledor aku harus mampu memaafkan
diriku dan meluangkan waktu untuk mengoreksi batin dengan melepaskan semua
pikiran yang ruwet, perasaan dan emosi yang negative.
Maafkan dan meminta maaf kepada orang lain yang
berselisih dengan kita. Terimalah semua yang datang dengan rasa syukur, sehingga
kita dapat merasakan kedamaian.
Didalam diri yang penuh kedamaian inilah, suara hati
dapat kita dengar, tuntutan Tuhan pun dapat kita pahami.
Terimakasih Tuhan hanya itu yang bisa selalu aku
ucapkan.
Pengalaman Hidup semoga bermanfaat.
24 September 2020

Komentar
Posting Komentar